BIDIKFAKTA – Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, menegaskan akan menindak tegas praktik illegal fishing yang marak terjadi di perairan setempat. Langkah ini menyusul laporan masyarakat terkait aktivitas penangkapan ikan ilegal oleh nelayan dari luar daerah.
Kasat Polairud Polres Kepulauan Sula, IPTU Muhammad Reza Iskandar, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir penangkapan ikan tanpa izin di wilayah hukumnya. Dalam waktu dekat, pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Sula akan menggelar operasi penertiban di sejumlah titik rawan.
“Laporan masyarakat sudah kami terima dan akan segera kami tindaklanjuti. Kami akan turun langsung menertibkan nelayan luar yang beroperasi tanpa izin. Semua akan kami proses tanpa pandang bulu,” tegas IPTU Reza, Selasa (28/10/2025).
Reza mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas ilegal tersebut. Menurutnya, partisipasi warga sangat penting untuk menjaga kelestarian laut dan keberlanjutan ekosistem perikanan di wilayah Sula.
“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat. Sinergi ini penting agar laut Sula tetap lestari dan tidak dieksploitasi secara liar,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polairud akan memperketat pengawasan dengan patroli rutin di wilayah rawan serta memperkuat koordinasi dengan DKP. Setiap pelaku usaha perikanan diwajibkan memiliki izin resmi dan mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami tingkatkan patroli di titik-titik strategis guna mencegah masuknya nelayan luar yang mencuri hasil laut tanpa izin,” tambahnya.
Reza menegaskan, Polairud memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan laut serta menegakkan hukum sesuai Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pembinaan Fungsi Kepolisian Perairan dan Udara.
“Kami tidak hanya menindak, tapi juga membina masyarakat agar memahami aturan dan tidak tergiur praktik ilegal yang merugikan,” tutupnya.
Langkah tegas Polairud ini diharapkan mampu menekan praktik illegal fishing sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir Kepulauan Sula.