Kematian Alfian Soamole Dianggap Janggal, Keluarga Curiga Ada Keterlibatan Oknum Polisi

BIDIKFAKTA – Kematian Alfian Soamole (AS), warga Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, Kepulauan Sula, menyisakan duka mendalam sekaligus diduga adanya kejanggalan. Keluarga menilai luka yang dialami korban mengarah pada tindak penganiayaan yang dilakukan orang yang terlatih.

Sebelum meninggal, AS sempat dirawat dalam kondisi koma di RSUD Sanana. Pihak keluarga menyebut terdapat sejumlah tanda kekerasan pada tubuh almarhum sebelum meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Kepada media, Saiful Soamole, kakak korban, mempertanyakan langkah penyelidikan Polres Kepulauan Sula. Ia menyoroti lokasi penganiayaan yang berada persis di depan rumah Danpos berinisial L, dan ketika penganiyaan dilakukan kepada korban Babinkamtibmas disebut tidak berada di tempat saat kejadian.

“Kami menduga ada keterlibatan oknum anggota polisi. Propam Polres Sula harus memeriksa Danpos setempat,” tegas Saiful, Selasa (2/12/2025).

Ia juga menilai penetapan empat terduga pelaku oleh Polres Kepulauan Sula terkesan tidak menyeluruh, terlebih para pelaku disebut menyerahkan diri tanpa penelusuran lebih jauh.

“Kami melihat penyelidikan belum menyentuh kemungkinan keterlibatan pihak lain,” lanjutnya.

Peristiwa ini turut memunculkan pertanyaan publik soal efektivitas program Jaga Sula yang digagas Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto, mengingat kejadian terjadi di lingkungan rumah seorang anggota polisi.

“Korban dikeroyok pada siang hari, Minggu (23/11). Kapolres harus memeriksa Danpos dan Babinkamtibmas Desa Mangoli,” ujarnya.

Pihak keluarga mendesak aparat mengungkap motif penganiayaan serta menelusuri dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam kematian AS.

“Kami meminta Kapolda Maluku Utara turun tangan dan Bidpropam memeriksa oknum Babinkamtibmas serta Danpos Kecamatan Mangoli Tengah,” pungkas Saiful.

Pos terkait