BIDIKFAKTA – Malut United menorehkan kemenangan penting dengan menaklukkan Borneo FC Samarinda 3-2 dalam lanjutan kompetisi sepak bola nasional yang berlangsung di Stadion Gelora Kieraha, Ternate, Minggu (28/12/2025). Bermain di bawah kaki Gunung Gamalama dan didukung penuh suporter tuan rumah, tim kebanggaan Maluku Utara itu menunjukkan mental bertanding yang solid dan daya juang tinggi hingga peluit akhir.
Pertandingan ini bukan sekadar adu skor, melainkan pertemuan dua entitas berbeda dalam peta sepak bola nasional. Malut United hadir sebagai tim yang tengah membangun identitas dan konsistensi, sementara Borneo FC Samarinda tim Pesut Etam datang dengan status mapan yang memiliki kedalaman skuad serta pengalaman kompetitif yang matang.
Sejak awal laga, kedua tim tampil terbuka. Borneo FC Samarinda mencoba menguasai jalannya pertandingan melalui dominasi lini tengah dan sirkulasi bola cepat. Namun, Malut United mampu meredam tekanan tersebut dengan organisasi pertahanan yang disiplin serta transisi serangan yang efektif.
Keunggulan kualitas individu Borneo FC akhirnya berbuah gol cepat. Pada menit 02.41, Felipe Villa (20) melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung penjaga gawang Malut United, membawa tim tamu unggul 1-0.
Tertinggal lebih dahulu tidak membuat semangat skuad berjuluk Laskar Kieraha atau
Naga Gamalama surut. Mereka terus meningkatkan intensitas permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit 25.39, ketika Da Silva (17) melepaskan tembakan keras yang menggetarkan jala gawang Borneo FC. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan kian meningkat. Duel-duel fisik tak terhindarkan, mencerminkan ambisi besar kedua tim untuk mengamankan poin penuh. Borneo FC kembali unggul pada menit 42 melalui sepakan kaki kanan Coutinho (42), pemain asal Brasil, yang mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Namun, Malut United kembali menunjukkan karakter pantang menyerah. Kerja sama apik di lini tengah antara Ciro (7) dan Da Silva (17) membuka ruang bagi Taufik Rustam (19). Pada menit 68.31, Taufik sukses memaksimalkan peluang lewat tendangan dari sisi kiri yang kembali menyamakan skor menjadi 2-2.
Dukungan riuh suporter fanatik Superman semakin membakar semangat pemain tuan rumah. Malut United melancarkan tekanan bertubi-tubi ke pertahanan Borneo FC. Klimaks pertandingan terjadi pada masa tambahan waktu. Tepat di menit 93.57, Gustavo Franca (4) mencetak gol penentu kemenangan melalui sentuhan kaki kanan, memastikan Malut United menang dramatis 3-2.
Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa Malut United tidak lagi sekadar pelengkap kompetisi. Menaklukkan tim dengan DNA juara yang saat ini berada di papan atas klasemen menjadi bukti bahwa Malut United kian matang dan layak diperhitungkan di level sepak bola nasional. Atmosfer Stadion Gelora Kieraha yang penuh turut menjadi faktor penting dalam mengangkat performa tim tuan rumah.
Sebaliknya, bagi Borneo FC Samarinda, hasil ini menjadi peringatan. Dominasi permainan dan statistik tanpa efektivitas penyelesaian akhir hanya akan berujung pada kehilangan poin. Di tengah persaingan liga yang semakin ketat, fleksibilitas taktik dan kreativitas di ruang sempit menjadi kebutuhan mutlak.
Pertandingan ini kembali menegaskan esensi sepak bola bukan semata tentang siapa yang lebih mapan, melainkan siapa yang paling mampu membaca keterbatasan dan mengubahnya menjadi kekuatan. Malut United melakukannya dengan disiplin dan keberanian, sementara Borneo FC pulang dengan bahan refleksi.
