Reklamasi Sangadji-Salero Mangkrak Bertahun-tahun, Pemkot Ternate Dinilai Gagal

Dok: Kawasan Rekalamasi di Kelurahan Sangaji-Salero di Kota Ternate Maluku Utara. (Bidikfakta.id)

BIDIKFAKTA – Proyek reklamasi pantai di kawasan Sangadji-Salero, yang dibangun sejak era Wali Kota Ternate (alm) H. Burhan Abdurahman pada 2018/2019, kini terbengkalai tanpa kejelasan di masa kepemimpinan Wali Kota M. Tauhid Soleman.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi proyek itu sangat memprihatinkan. Area reklamasi kini dipenuhi semak belukar. Tak ada aktivitas pembangunan, dan kawasan yang seharusnya dikembangkan menjadi fasilitas umum ini justru dimanfaatkan warga sebagai lahan pertanian. Tanaman pisang hingga sayur-mayur dibudidayakan di lahan tersebut lantaran sudah tidak ada sentuhan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Udi, salah satu warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemkot Ternate yang dinilai tidak transparan dan abai dalam menuntaskan proyek multi-years tersebut.

“Sudah tujuh tahun proyek ini mangkrak. Tidak ada arah, tidak ada kejelasan dari pemerintah. Padahal ini proyek besar,” ujarnya kepada bidikfakta.id, Sabtu (16/8)

Ia menambahkan bahwa sejak awal pembangunan, warga telah meminta analisis AMDAL serta fasilitas tambatan perahu untuk nelayan. Namun hingga kini, permintaan tersebut tidak ditindaklanjuti.

“Nelayan sekarang malah susah keluar masuk ke laut karena reklamasi ini. Diperparah tidak adanya solusi dari pemerintah,” tegasnya.

Warga menilai, mangkraknya proyek ini bukan hanya bentuk pemborosan anggaran, tapi juga merugikan masyarakat pesisir yang terdampak langsung.

Sementara, Pemerintah Kota Ternate hingga saat ini belum memberikan penjelasan resmi terkait kelanjutan proyek reklamasi tersebut.

Pos terkait