Dinilai Tak Memberikan Dampak Ke Warga, KSW Tolak FTW 2025

Dok: Festival Tanjung Waka Dua Tahun Silam. (Sumber Gambar Google)

BIDIKFAKTA – Rencana penggelaran Festival Tanjung Waka (FTW) yang ke-empat kalinya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, mendapat penolakan dari Kelompok Sadar Wisata (KSW) Kecamatan Sulabesi Timur, Desa Fatkauyon.

Hal ini disampaikan oleh Sudirman Yoisangaji, Ketua Kelompok Sadar Wisata (KSW) Desa Fatkauyon, bahwa pihaknya menolak dilaksanakannya Festival Tanjung Waka (FTW) untuk tahun 2025. Menurutnya, FTW yang sudah tiga kali digelar tak memberikan dampak yang signifikan ke masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Sejak tahun 2022-2024 FTW yang digelar Pemda Kepulauan Sula tidak memberikan dampak ke masyarakat. Karena itu tahun 2025 ini kami akan tolak, tidak ada negosiasi dan alasan untuk itu,” tegas Sudirman, Minggu (17/8)

Ia bilang, Tanjung Waka yang menjadi tempat orang datang berwisata ini awalnya sangat menguntungkan masyarakat setempat. Namun, setelah diambil alih pemerintahan dan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini justru tidak menjanjikan manfaat ke warga.

“Tiga kali sudah FTW digelar tetapi tidak memberikan dampak positif. Sebaliknya, orang tua kami yang berjualan malah dibuat jerit oleh hutang-hutang oknum Kepala Dinas dan sampai detik ini belum dilunasi,” beber Sudirman.

Saat ini tambahnya, Tanjung Waka telah masuk dalam KEN. Namun, tidak sekalipun dalam tiga kali dihelatnya FTW itu Tarian Belyai dan Silat Kampung yang merupakan indentitas peninggalan para leluhur kami ditampilkan.

“Sebaliknya yang ditampilkan dalam Event bergengsi yang dikenal luas hingga ke mancanegara itu adat, budaya, dan tradisi lokal diluar dari kampung Fatkauyon. Bagi kami ini bentuk diskriminatif dan harga diri kami yang seolah ditelanjangi,” kecamnya.

Sudirman, mengancam apabila keresahan masyarakat yang disampaikan pihaknya tidak diindahkan, mereka siap dan rela menukar ketidakadilan ini sekalipun nyawa di taruhkan.

“Kami inggatkan ke Pemda Kepulauan Sula bahwa kami masyarakat Desa Fatkauyon menolak dengan tegas dilakukannya bentuk kegiatan pemerintahan di area Tanjung Waka,” tutupnya.

Pos terkait