BIDIKFAKTA – Universitas Iqra Buru (UNIQBU), salah satu perguruan tinggi swasta di Maluku, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang tahunan yang digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon. UNIQBU berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, menegaskan posisinya sebagai kampus unggulan di kawasan Timur Indonesia.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara Rapat Koordinasi Pimpinan Badan Penyelenggaraan dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XII Tahun 2025. Acara yang diselenggarakan di Ambon, pada Jumat (22/8/2025) ini UNIQBU berhasil meraih tiga penghargaan penting diantaranya, Kategori Perguruan Tinggi dengan Nilai Score Sinta Tertinggi dan Kategori Perguruan Tinggi Penerima Hibah Penelitian Terbanyak Tahun 2024 serta Jumlah Lulus Serdos Terbanyak Tahun 2024.
Prestasi ini menempatkan UNIQBU sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi Maluku yang membawa pulang lebih dari satu penghargaan dalam acara tersebut.
Rektor Universitas Iqra Buru, Dr. Muhammad Sehol, S.Pd., M.Pd., M.Pd.Si, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh civitas akademika UNIQBU dalam meningkatkan tata kelola institusi, kualitas pelaporan, hingga komitmen terhadap transparansi data pendidikan tinggi.
“Kami bersyukur dan bangga. Ini adalah hasil kerja kolektif dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNIQBU. Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkembang dan menjadi perguruan tinggi yang unggul, khususnya di wilayah timur indonesia,” ujar Dr. Mansur dalam keterangan resminya, kepada redaktur bidikfakta.id.
Menurutnya, pelaporan PDDIKTI yang akurat dan tepat waktu menjadi prioritas UNIQBU sejak tiga tahun terakhir. Data menjadi dasar penting dalam evaluasi mutu pendidikan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Jantje Eduard Lekatompessy, juga turut mengapresiasi langkah cepat UNIQBU dalam merespons berbagai kebijakan baru di dunia pendidikan tinggi, termasuk transformasi digital dan peningkatan kinerja dosen.
“UNIQBU adalah contoh kampus yang cepat beradaptasi dan berinovasi. Mereka berhasil melakukan lompatan besar dalam hal tata kelola dan pelaporan institusional, yang tentu saja berdampak pada kualitas layanan akademik,” tegas Jantje Eduard.
Ia berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi perguruan tinggi lain di wilayah LLDIKTI XII agar meningkatkan standar mutu dan layanan.
Selain fokus pada pengelolaan data dan pelaporan, UNIQBU juga terus mendorong inovasi akademik, penguatan riset dosen, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor industri. Dalam waktu dekat, UNIQBU akan meluncurkan pusat riset lokal berbasis kearifan budaya Buru sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Dengan pencapaian ini, UNIQBU menegaskan diri sebagai institusi yang tidak hanya tumbuh secara administratif, tetapi juga berdedikasi terhadap transformasi pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami tidak akan berhenti di sini. UNIQBU akan terus berbenah dan berinovasi. Target kami selanjutnya adalah akreditasi unggul, peningkatan kualitas SDM dosen, serta penguatan kemitraan internasional dan pengebangan kualitas mahasiswa kami,” tutup Dr. Muhammad Sehol, mengakhiri.