Kematian AS di Mangoli, Kapolres Sula Didesak Periksa Istri Danpos

BIDIKFAKTA – Penanganan kasus kematian Alfian Soamole (AS), warga Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, kembali menuai sorotan. Meski Polres Kepulauan Sula telah menetapkan empat tersangka, keluarga dan warga menilai penyidikan belum menyentuh seluruh pihak yang diduga mengetahui kejadian sebenarnya.

Hal ini diperkuat dengan investigasi lapangan yang dilakukan tim media di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dalam investigasi tempat AS ditemukan tak berdaya itu tepat di samping kanan rumah Danpos. Dan sejumlah warga juga mengaku melihat situasi di lokasi dan menyebut istri Danpos berada di tempat kejadian.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya tepat di depan kediaman Danpos. Kami mendengar istri Danpos berteriak mencoba melerai perkelahian yang menewaskan AS,” ujar seorang warga kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).

Kediaman Danpos Mangoli. Dok: Bidikfakta.id.

Warga lain juga membenarkan bahwa istri Danpos berada di lokasi dan mengetahui langsung kondisi korban. “Semestinya dia diperiksa sebagai saksi jika polisi ingin mengungkap fakta kematian AS,” katanya.

Tak cukup disitu, kritik kembali diarahkan pada proses penetapan tersangka yang dinilai tidak lengkap. Warga menilai ada pihak yang berpotensi mengetahui lebih banyak fakta kematian AS. Namun, belum dimintai keterangan. Dan keluarga korban menduga penyidikan yang dilakukan polisi belum valid dan terlalu terburu-buru.

Terpisah, Saiful Soamole, kakak korban meminta Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh Hartanto segera memeriksa istri Danpos. Menurutnya, kematian AS tidak bisa serta merta dibebankan hanya kepada empat tersangka yang saat ini ditahan di Polres Kepulauan Sula.

Ia mendesak Kapolres memeriksa istri Danpos karena diduga ada pihak lain yang mengetahui detail kejadian yang tak diperiksa dan sengaja disamarkan.

Dikatakannya, pola kekerasan yang dialami korban mengarah pada dugaan keterlibatan lebih dari empat orang. “Kasus ini harus diusut kembali secara menyeluruh dan istri Danpos harus diperiksa,” tegas Saiful.

Pos terkait