BIDIKFAKTA — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah menggelar kajian tematik yang menyoroti lima isu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ternate Tahun 2025–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Ternate, Kelurahan Dufa-dufa, Kota Ternate, mulai pukul 20.00 WIT hingga selesai. Rabu (21/1/2026)
Kajian ini menjadi ruang diskursus kritis antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam membaca arah dan strategi pembangunan Kota Ternate ke depan. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Thamrin menjelaskan bahwa RPJMD merupakan penjabaran visi dan misi kepala daerah yang disusun secara terintegrasi dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“RPJMD adalah dokumen strategis yang menentukan arah kebijakan serta prioritas pembangunan daerah dalam jangka menengah,” ujar Thamrin.
Ia memaparkan sejumlah isu strategis yang menjadi fokus RPJMD Kota Ternate 2025–2029, di antaranya pemerataan dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam konteks penyusunan RPJMD, Thamrin juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada ruang fiskal daerah. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh dipandang sebagai penghambat pembangunan, melainkan tantangan yang mendorong perencanaan yang lebih cermat, inovatif, dan tepat sasaran.
Forum diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan kritik dari kader HMI Cabang Ternate. Sejumlah persoalan mendasar pembangunan daerah turut disoroti, mulai dari ketimpangan pembangunan infrastruktur antarwilayah, persoalan suprastruktur pemerintahan, hingga problem pengelolaan sampah yang dinilai masih menjadi isu serius dan belum tertangani secara optimal di Kota Ternate.
Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Yusril Buang, menyambut baik keterbukaan pemerintah daerah dalam melibatkan mahasiswa pada proses perencanaan pembangunan. Ia menegaskan kesiapan HMI untuk berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam Musrenbang komunitas.
“Kami melihat Musrenbang komunitas sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan rekomendasi kebijakan agar pembangunan daerah benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujar Yusril.
Menutup diskusi, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam perencanaan pembangunan daerah. Ia juga membuka ruang partisipasi bagi HMI Cabang Ternate untuk terlibat dalam Musrenbang komunitas agar hasil kajian mahasiswa dapat terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Ternate menyerahkan policy brief atau rekomendasi kebijakan kepada Bappelitbangda Kota Ternate. Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan hasil kajian dan diskusi kritis sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan dan implementasi RPJMD Kota Ternate 2025–2029 agar pembangunan daerah lebih responsif, partisipatif, dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
