BIDIKFAKTA – Menejemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Sanana tampak tidak menghiraukan keluhan nasabah yang timbul akibat layanan bank yang tidak normal saat ini.
Buktinya, pihak yang bahkan tidak menggubris pernyataan media, ikhwal layanan bank BRI yang mengalami gangguan dan menghambat aktivitas jutaan nasabah di Kota Sanana saat ini.
Sedikitnya, tiga orang di Bank BRI Unit Sanana telah dikonfirmasi mengenai penyebab sistem BRI yang tidak normal saat ini. Dari ketiga pegawai itu semuanya memilih bungkam meski persoalan gangguan ini menjadi hambatan bagi para nasabah di BRI secara langsung.
Karena itu, para nasabah BRI di Kepulauan Sula meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memberikan teguran administrasi terkait layanan BRI yang mengalami gangguan ini.
“Takutnya ini bukan gangguan sistem belaka. Kami khawatir adanya kejahatan siber di BRI Unit Sanana dan merugikan nasabah,” tegas salah satu nasabah kepada bidikfakta.id, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, mempunyai tanggung jawab atas layanan BRI yang tidak normal ini terlebih jika terjadi “down atau maintenance” pada pelayanan Bank kepada nasabah.
“Prinsipnya, OJK harus melakukan evaluasi dan sanksi administratif ke BRI Unit Sanana atas pelayanan kurang baik yang ditimbulkan,” tandasnya.
