BIDIKFAKTA – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional Forum Pimpinan Ilmu Pertanian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (MUNAS FPIP-PTM) dan Seminar Internasional 2026.
Kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung pada 25–26 November 2026 di Kampus UMMU, Kota Ternate, Maluku Utara ini mengangkat tema “Inovasi dan Hilirisasi Pertanian Kepulauan Menuju Ketahanan Pangan Global.”
Penetapan UMMU sebagai tuan rumah merupakan hasil Rapat Forum Pimpinan Ilmu Pertanian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (FPIP-PTM) yang digelar pada 22 Juli 2026.
Rapat tersebut dihadiri Ketua FPIP-PTM Prof. Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama sejumlah pimpinan Fakultas Pertanian dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Dalam rapat itu disepakati Fakultas Pertanian dan Perikanan UMMU menjadi tuan rumah penyelenggaraan MUNAS FPIP-PTM dan Seminar Internasional Tahun 2026.
Rektor UMMU, Prof. Dr. Ranita Rope, S.P., M.Sc., menyambut baik kepercayaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi UMMU dalam forum akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia, UMMU memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu pertanian dan perikanan, khususnya dalam konteks pembangunan wilayah kepulauan,” ujar Ranita, Kamis (20/8/2026).
Ia mengatakan, Maluku Utara memiliki potensi pertanian yang besar. Daerah ini juga dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil komoditas rempah-rempah yang memiliki nilai historis dan ekonomi penting.
Karena itu, kata Ranita, tema yang diangkat dalam forum tersebut relevan dengan karakteristik Maluku Utara sebagai daerah kepulauan sekaligus memiliki kekayaan sumber daya pertanian dan perikanan.
“Melalui forum ini, kita ingin mendorong pertukaran gagasan dan pengalaman mengenai inovasi pertanian, hilirisasi komoditas, serta penguatan ketahanan pangan, khususnya pada wilayah kepulauan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, MUNAS FPIP-PTM dan Seminar Internasional akan menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional.
Untuk tingkat nasional, keynote speaker antara lain berasal dari Kementerian Pertanian, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gubernur atau Kepala Daerah, serta Rektor UMMU.
Sementara pembicara internasional sendiri berasal dari sejumlah negara dan kawasan, di antaranya Asia Tenggara, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa. Sejumlah negara berkembang yang memiliki pengalaman dan kepakaran dalam pengembangan pertanian kepulauan, inovasi, hilirisasi, serta ketahanan pangan juga akan dilibatkan.
Peserta MUNAS FPIP-PTM nantinya terdiri atas pimpinan Forum Ilmu Pertanian Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Rektor UMMU, Wakil Rektor, Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan, serta ketua program studi.
Sedangkan Seminar Internasional akan melibatkan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga terkait, dunia usaha dan industri, BUMN/BUMD, pelaku UMKM pertanian, petani dan kelompok tani.
Selain itu, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, mitra internasional, serta perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri juga ditargetkan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Panitia menargetkan sekitar 150–200 peserta mengikuti rangkaian MUNAS FPIP-PTM dan Seminar Internasional 2026.
Ranita berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial akademik, tetapi dapat melahirkan kerja sama konkret dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“UMMU tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada potensi wilayah kepulauan,” pungkasnya.
