BIDIKFAKTA – Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Sama, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, diduga kuat diselundupkan berulang kali.
Informasi yang diterima Bidikfakta.id, BBM sebanyak 55 galon berkapasitas masing-masing 25 liter atau total 1.375 liter ditemukan diangkut menggunakan truk keluar dari lokasi SPBU. Menurut keterangan sopir dilokasi kejadian BBM tersebut diperintah Febi Leajaya Macpal dibawah ke kediamannya di Desa Fagudu, Kota Sanana.
Samin Buamona, warga Desa Waigoiyofa mengungkapkan, lebih dari satu ton BBM bersubsidi diduga diangkut keluar dari SPBU beberapa jam setelah pasokan dari Pertamina tiba di tempat usaha milik Febi Leajaya Macpal tersebut.
“Sebanyak 55 galon berisi 25 liter BBM subsidi diangkut menggunakan truk. Tindakan ini terus berulang tanpa ada penindakan aparat penegak hukum,” ungkapnya. Minggu (18/10/26).
Ia meminta Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres, mengambil langkah tegas atas praktek tersebut. Bahkan, kata dia, ada dugaan keterlibatan oknum anggota dalam proses penyeludupan tersebut.
“Praktek ini bukan kali pertama. Artinya, Polres Sula hingga jajaran sektor Polsek dan Bhabinkamtibmas patut dipertanyakan kehadirannya. Soal subsidi BBM yang diduga disalahgunakan ini murni kejahatan dan mafia ini harus di tindak,” desak Samin.
Tak berhenti pada dugaan penyeludupan BBM. Samin juga mengaku BBM di SPBU tersebut dijual di atas HET. “BBM subsidi dijual diatas HET dan langkah. Praktek ini sudah berlansung lama tanpa adanya penindakan aparat terkait,” tarang Samin.
Sementara itu, Fabi Leajaya yang dikonfirmasi mengenai dugaan penyeludupan tersebut hanya membalas singkat dipesan Whatsapp-nya. “Silakan hubungi Romansa. Semua tanggungjawab diserahkan ke dia,” tukas Febi.
Hingga berita ini ditayangkan. Kapolres Kepulauan Sula yang dikonfirmasi melalui humas belum berhasil dimutai keterangannya.
