Dosen dan Mahasiswa STAI Babussalam Sula Ziarah ke Makam Tua Ya Hia Fai Leha di Waigoiyofa

Dok: Dosen dan Mahasiswa KKLI STAI Babussalam Sula di Makam Ya Hia Fai Leha Fagud di Desa Waigoiyofa. Istimewa.

BIDIKFAKTA – Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Lapangan Integratif (KKLI) Angkatan XIII Tahun Ajaran 2025-2026 menggelar kegiatan rihlah berupa silaturahmi dan ziarah ke makam tua Ya Hia Fai Leha tepatnya di Desa Waigoiyofa, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula pada, Selasa 9 Juni 2026 kemarin.

Kepada wartawan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Waigoiyofa, Samsudin Buamonabot, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kelompok KKLI Desa Waigoiyofa dan kelompok KKLI di wilayah kampus. Tujuannya menggali dan melestarikan budaya, adat dan tradisi yang masih dijaga masyarakat setempat sampai saat ini sebagai fokus kegiatan KKLI mahasiswa STAI Babussalam Sula.

Dok: Dosen dan Mahasiswa KKLI saat berdoa di Makam Ya Hia Fai Leha di Desa Waigoiyofa. Istimewa. 

Menurutnya, beradasarkan hasil observasi awal, Desa Waigoiyofa masih memiliki banyak aset budaya, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. Salah satu aset fisik tersebut adalah keberadaan desa-desa tua yang ditandai dengan beberapa kuburan tua atau jeri yang diyakini masyarakat sebagai makam para mubalig dan kapita dari Soa Fagud.

“Oleh karena itu, kami ingin dokumentasikan dalam laporan akademik sehingga menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang,” ujarnya kepada bidikfakta.id.

Sementara itu, Sahabuddin Lumbessy juga menegaskan bahwa kegiatan rihlah dan ziarah yang dilaksanakan memiliki nilai edukatif yang penting bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi terkait pemahaman nilai-nilai sejarah dan tradisi yang ada di Desa Waigoiyofa kepada mahasiswa dan masyarakat di Kepulauan Sula,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar mahasiswa KKLI di Desa Waigoiyofa untuk menggelar musyawarah bersama pemuda dan masyarakat setempat untuk membentuk forum atau sanggar pemuda penjaga tradisi di Desa Waigoiyofa. Hal ini dimaksudkan agar budaya, adat dan tradisi yang sejak lama dijaga ini tetap dilestarikan.

Diketahui, STAI Babussalam Sula juga berencana membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Desa Waigoiyofa sebagai desa binaan yang fokusnya pada pelestarian sejarah, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Pos terkait