Sebanyak 80 Mahasiswa STAI Babussalam Sula Resmi Ujian Skripsi Tahun 2025

Ketua STAI Babussalam Sula melalui Wakil Ketua Bidang Akademik, Dr. Mohtar Umasugi, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa ujian skripsi merupakan bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan moral atas proses akademik yang telah dijalani mahasiswa. Foto: Dr. Mohtar Umasugi. Istimewa.

BIDIKFAKTA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara, resmi membuka pelaksanaan ujian skripsi mahasiswa pada Senin (22/12/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium STAI Babussalam Sula ini diikuti 80 mahasiswa dari Jurusan Syariah dan Jurusan Tarbiyah sebagai tahapan akhir penyelesaian studi strata satu (S1).

Pembukaan ujian skripsi menjadi momentum akademik penting, tidak hanya sebagai syarat kelulusan, tetapi juga sebagai ruang pengujian integritas, kedewasaan berpikir, dan tanggung jawab intelektual mahasiswa di hadapan dosen penguji.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Ketua STAI Babussalam Sula melalui Wakil Ketua Bidang Akademik, Dr. Mohtar Umasugi, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa ujian skripsi merupakan bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan moral atas proses akademik yang telah dijalani mahasiswa.

“Ujian skripsi bukan sekadar formalitas meraih gelar sarjana, tetapi ujian kejujuran, kedewasaan berpikir, dan tanggung jawab intelektual terhadap ilmu,” tegas Mohtar.

Menurutnya, skripsi mencerminkan kualitas nalar akademik mahasiswa. Karena itu, yang diuji tidak hanya penguasaan teori, tetapi juga kemampuan analisis, konsistensi metodologi, serta keberanian mempertanggungjawabkan argumen secara ilmiah.

Ia juga mengingatkan pentingnya etika akademik dan menegaskan bahwa plagiarisme, manipulasi data, serta budaya instan dalam berpikir menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan tinggi.

“Ilmu tanpa etika akan kehilangan nilai dan arah, serta berpotensi melahirkan persoalan baru di masyarakat,” ujarnya.

Mohtar menambahkan, mahasiswa STAI Babussalam Sula harus mampu mengaitkan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial di Kepulauan Sula. Lulusan diharapkan hadir sebagai solusi atas persoalan umat dan daerah.

“Ilmu harus membumi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

STAI Babussalam Sula lanjut Mohtar, terus berkomitmen untuk melahirkan sarjana yang unggul secara akademik, matang secara moral, dan memiliki kepekaan sosial. Ujian skripsi menjadi tahap evaluasi akhir sebelum mahasiswa dilepas membawa tanggung jawab intelektual dan sosial di tengah masyarakat.

“Gelar sarjana bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian dan amanah sosial yang lebih besar bagi pembangunan di Kepulauan Sula,” pungkas Mohtar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *