Fasilitas Dinilai Belum Siap, Mahasiswa IAIN Ternate Tolak Pemindahan Fakultas Tarbiyah ke Kampus II Gambesi

Foto: Kampus II IAIN Ternate di Gambesi. (Bidikfakta.id).

BIDIKFAKTA — Kebijakan pemindahan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate ke Kampus II di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, menuai penolakan dari mahasiswa. Mereka menilai pemindahan dilakukan tanpa kesiapan fasilitas dan berpotensi mengganggu kualitas proses belajar mengajar.

Mahasiswa mengeluhkan keterbatasan ruang kuliah di Kampus II tersebut. Menurut para mahasiswa gedung yang tersedia dinilai belum mampu menampung seluruh mahasiswa, sehingga pemindahan baru diterapkan pada empat program studi, yakni Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Tadris Biologi, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

“Pemindahan ini terkesan dipaksakan. Ruang kelas terbatas dan pelayanan akademik belum berjalan optimal,” ujar salah satu mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang meminta identitasnya dirahasiakan, kepada bidikfakta.id, Selasa (20/1/2026).

Selain fasilitas, mahasiswa juga menyoroti akses menuju Kampus II yang dinilai belum memadai. Jarak kampus yang cukup jauh dari pusat kota, minimnya transportasi umum, serta kondisi jalan yang dilaporkan rusak parah meski baru selesai dibangun pada 2025, menjadi kendala utama.

Tak hanya itu, ketersediaan tempat tinggal di sekitar kampus juga menjadi masalah. Minimnya kos-kosan dinilai menambah beban biaya hidup mahasiswa yang harus bolak-balik ke Kampus II IAIN ini.

Mahasiswa menegaskan, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas perkuliahan, tetapi juga menyulitkan dosen dalam menjalankan proses pembelajaran. Mereka mendesak rektorat IAIN Ternate untuk menunda pemindahan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas, akses transportasi, serta sarana pendukung lainnya.

Sementara itu, pihak IAIN Ternate melalui salah satu dosen yang dikonfirmasi membenarkan adanya penolakan dari sebagian mahasiswa. Namun, ia menyebut terdapat perbedaan pandangan di internal civitas akademika terkait kebijakan tersebut.

“Memang ada mahasiswa yang keberatan, tapi ada juga yang menerima. Ini masih menjadi bahan evaluasi internal kampus,” ujarnya singkat.

Disisi lain, sampai berita ini diturunkan, pihak rektorat IAIN Ternate belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *