BIDIKFAKTA – Fragmentasi kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Maluku Utara resmi berakhir setelah tiga kubu pengurus menyepakati persatuan dalam Pra-Konferda yang digelar di Ternate, pada 12 Februari 2026.
Kesepakatan tersebut melibatkan kubu Ketua M. Idhar Bakri versi Ketum DPP Imanuel Cahyadi serta kubu Ketua Alfonsius Gisisi dan Sekretaris Aburizal Syamsu versi Ketum DPP Arjuna Putra Aldino.
Laporan yang diterima bidikfakta.id, bahwa Pra-Konferda yang dilaksanakan di Rumah Kebangsaan Kota Ternate tepatnya di benteng orange itu turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Riset dan Teknologi DPP GMNI Irfandi Norau yang menegaskan seluruh unsur DPD telah menyatu dan mengakui kepemimpinan DPP GMNI periode 2025–2028 di bawah Muhammad Risyad Fahlefi dan Patra Dewa.
Dok: DPD GMNI Maluku Utara Siap Sukseskan Konferda Ke-III Tahun 2026.
“DPD GMNI Maluku Utara telah menyatu. Selanjutnya digelar Konferda. Saya harap organisasi ini kembali tampil sebagai pelopor dengan menempatkan kepentingan organisasi di atas ego pribadi maupun kelompok,” kata Irfandi, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, enam cabang GMNI di Maluku Utara kini telah solid dan siap menyukseskan Konferensi Daerah (Konferda) ke-III yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026 di Ternate dan rencananya dihadiri langsung Ketua Umum DPP GMNI yakni M. Risyad Fahlefi.
Adapun enam cabang yang telah bergabung kembali meliputi DPC GMNI Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Morotai, Halmahera Selatan, dan Kepulauan Sula.
Dengan berakhirnya konflik internal ini, GMNI Maluku Utara menargetkan konsolidasi organisasi berjalan penuh menjelang Konferda serta fokus pada agenda kaderisasi dan program strategis daerah khususnya di Maluku Utara.








