BIDIKFAKTA – Menjelang pelaksanaan Kongres Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Januari 2026 di Kota Ternate, Maluku Utara, muncul protes dari salah satu kandidat calon Ketua Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pelajar Mahasiwa Sula (HPMS), Amirudin Yakseb.
Amirudin menyampaikan kekecewaannya terhadap persyaratan pencalonan yang dinilai memberatkan dan berpotensi menghambat partisipasi kader dalam kontestasi kepemimpinan HPMS yang akan digelar dalam Kongres ke-IV Tahun 2026.
Kritik tersebut disampaikan sebagai tanggapan lanjutan atas klarifikasi panitia kongres, yang sebelumnya hanya menyinggung persoalan ijazah Strata Satu (S1) dan dinyatakan telah selesai. Namun, menurut Amirudin, masih terdapat persoalan krusial lain yang belum dijelaskan secara tuntas.
Salah satu yang dipersoalkan adalah syarat minimal tiga rekomendasi cabang bagi bakal calon Ketua PP HPMS. Ia menilai ketentuan tersebut tidak realistis, mengingat HPMS merupakan organisasi berbasis kekeluargaan dengan jumlah cabang yang ada masih sangat terbatas.
“HPMS ini wadah kekeluargaan. Seharusnya syarat pencalonan dibuat lebih fleksibel, misalnya satu atau dua rekomendasi saja, agar tidak memberatkan dan memberi ruang yang luas bagi kader untuk ikut meramaikan kongres yang dilaksanakan,” ujar Amirudin.
Selain itu, Amirudin juga menyoroti batas waktu pengumpulan berkas pencalonan yang ditetapkan hingga Sabtu malam. Menurutnya, kebijakan tersebut terkesan prematur karena syarat pencalonan masih bersifat draf dan belum disahkan melalui mekanisme organisasi.
“Ketentuan seperti tiga rekomendasi atau 30 persen dukungan itu masih berupa draf. Artinya belum memiliki legitimasi hukum dan seharusnya dibahas serta disahkan lebih dulu dalam sidang pleno,” tegasnya.
Ia berharap, pelaksanaan Kongres HPMS tidak justru memicu perpecahan internal, melainkan menjadi momentum evaluasi dan pembenahan organisasi ke arah yang lebih baik.
“Jangan sampai pasca kongres, HPMS justru terkotak-kotak. Kongres ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat solidaritas, menjaga silaturahmi, dan mempererat ikatan kekeluargaan sesama Orang Sula,” pungkas Amirudin.









