Menulis: Kecerdasan yang Menggerakkan Perubahan

Oleh: Mohtar Umasugi

BIDIKFAKTA – Menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata ke atas kertas; menulis adalah kerja intelektual yang menuntut kejernihan berpikir, kedalaman renungan, dan keberanian menawarkan gagasan. Setiap narasi yang lahir dari tangan seorang akademisi sesungguhnya adalah jejak peradaban, karena bangsa mana pun hanya dapat berkembang apabila tradisi menulis tumbuh sebagai etos bersama.

Bacaan Lainnya
banner 728x90 banner 728x90

Dalam ruang akademik STAI Babussalam Sula, kemampuan membangun narasi dari ide-ide kreatif hingga melahirkan konsep baru bukanlah kemewahan, tetapi kebutuhan. Di tengah cepatnya arus perubahan, akademisi dituntut bukan hanya menguasai teori, tetapi mampu mengolah gagasan menjadi solusi. Dan itu semua dimulai dari menulis—dari keberanian mengurai pertanyaan menjadi argumen, dari kejujuran mengkritisi diri sendiri, hingga ketekunan membangun tawaran konsep yang bisa diuji oleh publik ilmiah.

Kini, saya tengah memproses model perkuliahan berbasis riset untuk diterapkan dalam kurikulum STAI Babussalam Sula Maluku Utara. Langkah ini bukan sekadar pembaruan metode, tetapi upaya menanamkan budaya berpikir ilmiah sejak dini: bahwa mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari observasi, analisis data, dan problem nyata di tengah masyarakat. Melalui pendekatan ini, setiap mahasiswa didorong untuk melahirkan karya—bukan sekadar memenuhi tugas kuliah, tetapi membangun basis keilmuan yang sejati.

Pada akhirnya, motivasi terbesar kita adalah harapan bahwa kampus yang tumbuh di pelosok ini mampu bersaing secara regional, nasional, bahkan internasional. Lokasi geografis bukan penghalang bagi lahirnya kecemerlangan; yang membedakan hanyalah keberanian untuk bermimpi, disiplin untuk berkarya, dan konsistensi membangun tradisi akademik yang kuat. Kita ingin membuktikan bahwa kualitas tidak ditentukan oleh pusat kota, tetapi oleh integritas lembaga dan militansi para civitas akademikanya.

Sebab menulis bukan hanya aktivitas individual—ia adalah proyek besar membangun sebuah peradaban. Peradaban tumbuh dari gagasan; gagasan tumbuh dari pengetahuan; dan pengetahuan hidup melalui tulisan. Ketika dosen dan mahasiswa STAI Babussalam Sula menulis, maka pada saat itu pula mereka sedang menyalakan obor peradaban yang kelak menjadi warisan bagi generasi setelah kita.

Menulis itu jenius bukan karena tulisan lahir dari mereka yang merasa hebat, melainkan karena setiap orang yang menulis sedang mengambil bagian dalam perjalanan besar memajukan manusia dan zamannya. Dan di kampus kecil kita ini, perjalanan itu baru saja dimulai.

Menulislah, karena setiap kata yang Anda susun berpotensi mengubah cara orang melihat dunia.

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *