Teluk Rindu

PUISI – Itulah dia, tanah mati itu ibarat jiwa dan rindu yang hidup. Berdiri dengan gelisah menanti cinta di mulut pulau-pulau utara.

Hari itu, tak seperti biasanya. Taman kampus yang menjadi tempat nyaman bagi ku terasa mematikan hasrat ku. Api-api rindu kian mengipul di dalam jiwa ku, ada rindu yang membuat kacau dan risau.

Bacaan Lainnya
banner 728x90 banner 728x90

Aku Ilham, Rodinda. Aku, pria biasa yang mencintai mu lewat rindu dan buku-buku. Makassar, bukan lagi tempat terbaik bagi ku. Hati dan pikiran ku mulai terbang berlari pulang sampai ke teluk mati itu.

Buku falsafah, yang biasanya ku baca kian tersirat bayang-bayang mu yang tenang berdiri seraya doa-doa.

Aku, begitu merindu. Tapi, rindu dan cinta ini hanya dapat ku sampaikan dalam aksara.

Oleh: Ahkam (Jurnalis)

 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *