Lima Doktor, Investasi Masa Depan STAI Babussalam Sula

Dr. Mohtar Umasugi. (Foto/istimewa).

Oleh: Dr. Mohtar Umasugi, S.Ag., M.Pd.I.

BIDIKFAKTA – Tahun 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan STAI Babussalam Sula Maluku Utara. Pada tahun ini, kampus yang tumbuh dan berkembang di Kepulauan Sula tersebut kembali menambah dua orang lulusan doktoral, yakni Dr. Amiruddin Yakseb, S.H., M.H. dan Dr. Hamzah Umasugi, S.Pd.I., M.Pd.I. Keduanya berhasil menyelesaikan studi S3 di Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR).

Bacaan Lainnya

Dengan bertambahnya dua doktor tersebut, STAI Babussalam Sula Maluku Utara kini memiliki lima orang doktor. Bagi saya, capaian ini bukan sekadar kabar tentang bertambahnya gelar akademik, tetapi juga menjadi kabar baik bagi masa depan pendidikan tinggi di Kepulauan Sula.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta di daerah, peningkatan kualifikasi akademik dosen merupakan investasi penting untuk memperkuat mutu pendidikan, mengembangkan tradisi penelitian, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi lokal.

Lima doktor adalah modal akademik yang harus diterjemahkan menjadi kekuatan untuk membangun kualitas, bukan sekadar kebanggaan atas gelar.

Kita harus menyadari bahwa membangun perguruan tinggi di wilayah kepulauan bukanlah pekerjaan mudah. Keterbatasan akses, pembiayaan, fasilitas, dan kesempatan pengembangan akademik menjadi tantangan yang membutuhkan kesungguhan serta kolaborasi berbagai pihak.

Namun, keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkembang. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi motivasi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia.

STAI Babussalam Sula memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. Untuk menjalankan tanggung jawab tersebut, kualitas dosen harus menjadi salah satu perhatian utama.

Kehadiran lima doktor di lingkungan STAI Babussalam Sula merupakan potensi yang perlu dikembangkan secara terencana. Mereka diharapkan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian, penulisan karya ilmiah, pengembangan kurikulum, serta pembimbingan akademik bagi dosen dan mahasiswa.

Dengan demikian, keberhasilan pendidikan doktoral tidak berhenti pada pencapaian individual, tetapi harus memberikan manfaat bagi institusi dan masyarakat.
Gelar Akademik Harus Menghasilkan Perubahan

Dalam pandangan saya, ukuran kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak cukup dilihat dari jumlah dosen yang bergelar doktor. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kualifikasi akademik tersebut berdampak pada kualitas pendidikan.

Doktor harus mampu menghadirkan gagasan baru, mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta membangun budaya akademik yang kritis dan produktif.

Karena itu, bertambahnya jumlah doktor perlu diikuti dengan penguatan ekosistem akademik. STAI Babussalam Sula perlu mendorong kolaborasi penelitian, meningkatkan publikasi ilmiah, memperluas jejaring dengan perguruan tinggi lain, dan membangun lingkungan pembelajaran yang mendorong mahasiswa berpikir kritis serta kreatif.

Jika langkah-langkah tersebut berjalan secara konsisten, keberadaan doktor akan menjadi kekuatan strategis dalam meningkatkan mutu institusi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap STAI Babussalam Sula.

Insya Allah, ke depan STAI Babussalam Sula Maluku Utara akan terus mendorong para dosen dan alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Menurut saya, pengembangan sumber daya manusia harus menjadi agenda jangka panjang yang direncanakan secara sistematis. Kampus perlu memiliki peta jalan peningkatan kualifikasi akademik dosen, memperluas akses beasiswa, membangun kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, serta memberikan pendampingan kepada dosen dan alumni yang ingin melanjutkan studi.

Alumni juga perlu dipandang sebagai bagian dari kekuatan pengembangan institusi. Mereka dapat menjadi mitra dalam memperluas jejaring akademik, membangun kolaborasi, dan menginspirasi generasi berikutnya untuk melanjutkan pendidikan.

Semakin banyak dosen dan alumni yang berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dan S3, semakin besar pula peluang STAI Babussalam Sula untuk memperkuat kapasitas akademik dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

Tentu, semua itu membutuhkan dukungan bersama, baik dari yayasan, pimpinan kampus, dosen, alumni, pemerintah, maupun masyarakat.

Saya menyampaikan selamat kepada Dr. Amiruddin Yakseb, S.H., M.H. dan Dr. Hamzah Umasugi, S.Pd.I., M.Pd.I. atas keberhasilan menyelesaikan studi doktoral di Universitas Muhammadiyah Parepare. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar STAI Babussalam Sula untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas pengabdian.

Lima doktor yang dimiliki saat ini harus menjadi titik tolak untuk melangkah lebih jauh. Kita tidak boleh berhenti pada rasa bangga, tetapi perlu menjadikannya energi untuk membangun perguruan tinggi yang semakin berkualitas, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebab, membangun STAI Babussalam Sula bukan hanya tentang mengembangkan sebuah perguruan tinggi, melainkan tentang menyiapkan masa depan sumber daya manusia Kepulauan Sula.

Dari kampus daerah, kita ingin melahirkan intelektual yang mampu berpikir luas, bekerja profesional, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan BIDIKFAKTA langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel Bidikfakta.id, dan pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang. (**).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *