Gerak Cepat, Polsek Patani Data Dampak Gempa 5,4 Magnitudo di Halteng

Kapolsek Patani, Ipda Mustakim Puasa, mendatangi lokasi Gempa Bumi di Desa Sawo. (Foto/istimewa).

BIDIKFAKTA – Personel Polsek Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, bergerak cepat mengecek dampak gempa bumi berkekuatan 5,4 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 15.20 WIT.

Pengecekan dilakukan pada Rabu (2/9/2026) dini hari. Kapolsek Patani Ipda Mustamin Puasa memimpin langsung personel bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa untuk memantau kondisi masyarakat serta mendata rumah warga yang terdampak gempa.

“Setelah gempa, kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi masyarakat dan rumah-rumah warga yang terdampak,” kata Mustamin.

Ia mengatakan, pendataan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mengetahui kondisi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

“Untuk korban jiwa maupun korban luka-luka tidak ada. Kami sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan, satu rumah warga di Desa Sawo dilaporkan mengalami keretakan pada bagian dinding akibat guncangan gempa. Informasi tersebut sebelumnya diterima kepolisian dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami juga sudah mengecek. Benar, rumah tersebut mengalami keretakan. Untuk sementara, kondisi warga aman dan tidak ada korban jiwa,” katanya.

Mustamin selanjutnya menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendataan di desa binaan masing-masing. Pendataan meliputi kondisi masyarakat serta rumah atau bangunan yang mengalami kerusakan.

“Kami minta para Bhabinkamtibmas terus melakukan pendataan di desa masing-masing. Kalau ada rumah warga yang terdampak, segera dilaporkan,” tegasnya.

Polsek Patani bersama pemerintah desa juga akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman setelah gempa.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maluku Utara, gempa berkekuatan 5,4 magnitudo tersebut berpusat di laut, sekitar 64 kilometer tenggara Halmahera Tengah, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Diketahui, sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka-luka akibat gempa tersebut. Kepolisian masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak gempa di wilayah Kecamatan Patani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *