Wasiat Sultan Mudaffar Sjah, Boki Nita Sambangi Warga Tobelo Dalam di Haltim

Boky Nita saat silahturahmi dengan Warga di Haltim. (Dok/istimewa).

BIDIKFAKTA – Menjalankan wasiat almarhum Sultan Mudaffar Sjah untuk memperhatikan masyarakat adat, Wali Kolano Kesultanan Ternate, Nita Budi Susanti atau Boki Nita, bersilaturahmi dengan warga Suku Tobelo Dalam yang dikenal sebagai suku Togutil di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (15/10).

Silaturahmi yang berlangsung di kediaman Partada Wasilei, Muhammad Sumi Tukang, di Desa Toboino itu menjadi momentum untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat adat, mulai dari akses pendidikan dan layanan kesehatan hingga dampak kemarau panjang terhadap kehidupan dan sumber penghidupan warga.
Boki Nita mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk pemenuhan undangan Partada Wasilei sekaligus upaya menjalankan pesan almarhum Sultan Mudaffar Sjah agar masyarakat Tobelo Dalam mendapat perhatian.

“Saya ini diundang oleh Partada untuk bersilaturahmi sekaligus menjalankan wasiat almarhum Sultan Mudaffar Sjah agar memperhatikan saudara-saudara kita dari Suku Tobelo Dalam,” ujar Boki Nita.

Menurutnya, masyarakat Tobelo Dalam merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh kehidupan layak. Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan dasar mereka, khususnya pendidikan dan pelayanan kesehatan, perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Mereka ini saudara-saudara kita sesama warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan penghidupan yang layak, baik berupa pendidikan maupun layanan kesehatan yang baik,” katanya.

Boki Nita juga menyatakan komitmennya untuk berupaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai kapasitas dan perannya sebagai Wali Kolano Kesultanan Ternate.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang semakin berat akibat kemarau panjang. Kondisi itu berdampak pada tanaman pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Musa Katto, tokoh masyarakat Tobelo Dalam, mengungkapkan bahwa warga di wilayahnya berjumlah sekitar 40 kepala keluarga. Mereka kini menghadapi kesulitan karena banyak tanaman rusak akibat kekeringan dan kebakaran.
“Saat ini jumlah penduduk Tobelo Dalam di tempat kami kurang lebih 40 kepala keluarga. Torang kesulitan karena musim kemarau ini, tanaman-tanaman samua so tabakar,” ungkap Musa.

Ia menjelaskan, sebagian besar tanaman pertanian dan perkebunan warga terdampak kekeringan maupun kebakaran. Kondisi tersebut membuat masyarakat membutuhkan dukungan untuk memulihkan aktivitas pertanian ketika musim hujan kembali tiba.

Bantuan yang diharapkan antara lain berupa bibit tanaman, pupuk, serta peralatan pertanian. Dukungan tersebut dinilai penting agar warga dapat kembali mengolah lahan dan memulihkan sumber penghidupan mereka.

Sementara itu, Partada Wasilei, Muhammad Sumi Tukang, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai adat seatorang sebagai landasan dalam menjaga hubungan sosial dan kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat adat yang hidup di tengah kekayaan sumber daya alam Halmahera, tetapi menurutnya belum sepenuhnya menikmati kesejahteraan yang memadai.
Persoalan tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat adat tidak tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Silaturahmi itu dihadiri warga Suku Tobelo Dalam dari Desa Dodaga dan Tukur-Tukur, perangkat adat Kesultanan Ternate, serta perangkat Partada Wasilei.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka secara langsung.

 

Simak breaking news dan berita pilihan BIDIKFAKTA langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel Bidikfakta.id, dan pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *