BIDIKFAKTA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bela Yai Maluku Utara menduga kuat Pertamina Feul Terminal Sanana melindungi para mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kepulauan Sula.
Hal ini disampaikan Direktur LBH Bela Yai Maluku Utara, Rasman Buamona, S.H kepada wartawan, Jumat (6/11/26). Ia menduga Pertamina Feul Terminal Sanana selama ini menjadi pelindung para mafia BBM di Sula. Salah satunya pemilik SPBU Kompak, CV Global Niaga Mandiri di Desa Sama, Kecamatan Sulabesi Timur.
Menurut Rasman, Pertamina Feul Terminal Sanana seharusnya mengstop suplai BBM ke SPBU tersebut. Ia meminta BBM disalurkan lansung oleh pihak pertamina ke masyarakat Sulabesi Timur tanpa melalui pemilik SPBU berinisial FLM alias Febi.
“Harusnya Pertamina sudah mencabut izin operasional FLM. Kami minta BBM disalurkan lansung pertamina ke masyarakat,” ujar Rasman.
Pertamina, tambah Rasman, adalah badan negara yang ditugaskan untuk menyalurkan minyak ke masyarakat. Karena itu, jika pertamina masih memberikan BBM ke FLM, maka patut dicurigai bahwa pertamina turut melindungi segala kejahatan niaga yang ditimbulkan.
“Sederhananya, pertamina turut menyusahkan masyarakat dan terkesan melindungi Mafia BBM di Sula,” pungkas Rasman.
Selain desakan ke pertamina untuk hentikan distribusi BBM melalui FLM. FLM sendiri diketahui kini dilaporkan atas dugaan penyelundupan BBM bersubsidi di Polres Kepulauan Sula dan tengah dalam penyelidikan pihak berwajib.
Diketahui, terkait distribusi dan laporan FLM ke Polres Sula, pihak pertamina yang dikonfirmasi berulang sebelumnya belum ada tanggapan hingga berita desakan pencabutan izin operasional dari LBH Bela Yai Maluku Utara ini ditulis.







