BIDIKFAKTA – Ketua DPD GMNI Maluku Utara terpilih, Arjun Onga, mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Halmahera Timur dalam merespons dugaan teror orang tak dikenal (OTK) terhadap warga DesaLakoda, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur.
Arjun menilai kehadiran aparat yang langsung turun ke lokasi dan melakukan patroli penyisiran di kawasan hutan Lakoda merupakan bentuk komitmen negara dalam menjamin rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses terbatas.
“Kami mengapresiasi respons cepat dan tanggap darurat yang dilakukan Polres Halmahera Timur bersama Polsek Maba Selatan dan Brimob. Ini penting agar masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi situasi yang mengancam keselamatan,” ujar Arjun dalam keterangannya, Rabu (5/2/2026).
Foto Kantor Polres Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara, bidikfakta.id.
Menurut dia, langkah aparat bukan sekadar pengamanan, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah keresahan warga. Rasa aman, kata Arjun, merupakan hak dasar yang wajib dijamin tanpa terkecuali, termasuk bagi masyarakat di daerah terpencil.
DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Maluku Utara juga mendorong kepolisian mengusut tuntas dugaan teror tersebut guna mencegah trauma berkepanjangan dan potensi gangguan stabilitas sosial maupun aktivitas ekonomi warga.
“Kami berharap identitas dan motif pelaku segera diungkap agar tidak berkembang menjadi isu liar. Penanganan transparan dan profesional sangat dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Arjun turut mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Tanpa rasa aman, aktivitas sosial dan ekonomi akan terganggu. Kami mendukung penuh langkah tegas dan terukur aparat kepolisian,” pungkasnya.





