Empat Desa di Sula Terdampak Banjir, BPBD Lakukan Normalisasi

Kalak BPBD Kepulauan Sula Hi. Buhari Buamona. Istimewa.

BIDIKFAKTA – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sula, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini fokus melakukan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di empat desa yang saat ini terdampak.

Kepala BPBD Kepulauan Sula, H. Buhari Buamona, kepada bidikfakta.id, menyampaikan bahwa normalisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan dan memperlancar aliran air sungai yang sempat tersumbat akibat sedimentasi.

Bacaan Lainnya

“Pemda Kepsul melalui BPBD mengerahkan dua unit alat berat untuk mengangkat material lumpur, batu, dan pasir yang menumpuk di sepanjang DAS,” ujar H. Buhari Buamona, Senin (7/7)

Ia mengatakan terdapat empat desa di dua kecamatan yang menjadi fokus normalisasi BPBD yaitu Desa Waibau, Fagudu, dan Mangon di Kecamatan Sanana, serta Desa Sekom di Kecamatan Sulabesi Selatan. Keempat desa ini berada di lintasan aliran sungai dan termasuk wilayah terdampak cukup parah akibat meluapnya sungai saat hujan deras yang melanda beberapa hari lalu.

“Dan Desa Sekom termasuk yang paling parah, dengan sekitar 24 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir,” tambah Buhari.

Kalak BPBD ini menyebut normalisasi telah berlangsung selama empat hari, dimulai dari Desa Waibau, dan dilanjutkan ke Desa Fagudu serta Mangon pada Minggu (6/7/2025). Pekerjaan ini ditargetkan rampung dalam dua minggu, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur cukup berat.

BPBD juga melakukan perubahan jalur aliran sungai di Desa Waibau untuk mencegah penyumbatan dan mengantisipasi bencana banjir yang mengancam keselamatan warga.

“Arahan ibu Bupati Fifian Adeningsi Mus, yakni, memastikan tidak ada dampak yang merugikan serta membahayakan masyarakat ketika banjir dengan menormalisasi setiap sungai yang rawan bencana banjir,” cetusnya mengakhiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *